Jumat, 09 November 2012

Perbanyakan Vegetative Buatan Tumbuhan Berbiji dengan Pencangkokan

Mencangkok adalah salah satu cara murah dan mudah untuk mengembangbiakkan tanaman. Pencangkokan dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik pada suatu tumbuhan, sehingga pemanfaatan terhadap tumbuhan tersebut menjadi lebih optimal. Misalkan pencangkokan pada tumbuhan mangga, dengan mencangkok tumbuhan mangga, kita bisa mendapatkan buah yang lebih baik dari tumbuhan tersebut dan tentunya masa tumbuh yang relatif lebih singkat.
                                                                                                                       
Keuntungan dari mencangkok adalah:
  1. Kita bisa memperoleh tanaman hasil cangkokan yang akan lebih cepat berbuah di bandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji
  2. Mutu produksi yang diperoleh sama dengan tanaman induknya, karena tumbuhan yang di cangkok memiliki sifat yang sama dengan induknya. 
  3. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk.
  4.  Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya.
  5. Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan.

Kekurangannya/kelemahan dari mencangkok adalah:
  1. Tanaman hasil cangkokan perakarannya sedikit, sehingga lebih mudah tumbang/roboh dibandingkan tanaman yang berasal dari biji.
  2.  Memiliki kanopi yang lebih kecil dan produksi yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang dihasilkan pohon induknya.
  3. Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering.
  4. Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong.
  5. Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini.

Mencangkok merupakan salah satu cara perbanyakan vegetatif  buatan tanaman buah-buahan pada  division Spermatophyta (tumbuhan berbiji) sub division  Angiospermae (biji tertutup) dan hanya classis dicotyledoneae (berbiji keping dua) saja yang dapat dilakukan dengan cara ini classis monocotyledoneae (berbiji tunggal) tidak bisa. Contoh classis dicotyledoneae : mangga (Mangifera indica), durian (Durio domestica), duku, sawo, apel, dan lain-lain. Contoh classis monocotyledoneae : kelapa (Cocos Nucifera), pinang, sagu, siwalan dan lain-lain.
Pada beberapa tumbuhan sub division Gymnospermae (biji terbuka) seperti : cemara, melinjo (Gnetum gnemon) dapat diperbanyak dengan mencangkok.

Mengapa hanya tumbuhan dikotil (berbiji keping dua) saja yang dapat dicangkok, tumbuhan monokoti (berbiji tunggal) tidak  bias dicangkok ? Struktur batang tumbuhan monokotil berbeda dengan susunan batang dikotil. Kita lihat saja pada gambar.

Adapun perbedaannya antara lain:

1. Berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil teratur. Floem terletak di bagian luar pembuluh dan xylem terdapat di bagian dalam pembuluh, di antara dua bagian ini terdapat kambium yang meripakan jaringan meristematis sekunder. Sedangkan pada tumbuhan monokotil berkas pembuluhnya menyebar. Xylem dan floemnya berdekatan tapi menyebar di seluruh bagian.

2. Batang dikotil memiliki kambium untuk pertumbuhan sekunder (membesar / melebar) sedangkan tumbuhan monokotil tidak.

Dua hal di ataslah yang menyebabkan hanya tumbuhan dikotil yang bisa dicangkok. Mencangkok memerlukan susunan batang yang teratur. Saat mencangkok jaringan floem dihilangkan agar zat makanan hasil fotosintesis terhenti di daerah pemotongan dan merangsang pertumbuhan akar. Selain itu juga dibutuhkan kambium yang merupakan jaringan meristematis untuk pertumbuhan sekunder. 

Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana cara untuk mencangkok tumbuhan. Cara ini dapat dilakukan pada tumbuhan berkayu yang mudah dicangkok. Video Cara Perbanyakan Vegetatif dengan Pencangkokan. Klik di sini !

Alat dan bahan 
  1. Satu buah pisau 
  2. Tali plastik / tali bambu
  3. Plastik transparan / sabut kelapa / ijuk 
  4. Tanah yang agak basah dan subur 

Cara kerja 
  1. Carilah dahan yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil.
  2. Ukurlah dari batang pohon paling sedikit 10 cm,.
  3. Kupaslah kulit dahan yang akan dicangkok sekelilingnya dengan panjang kupasan ± 5 cm 
  4. Setelah selesai dikupas, keriklah lendir / kambium dengan perlahan agar kering,atau keringkan dengan kain lap kering atau kertas koran.
  5. Tutuplah hasil kupasan dengan tanah humus/tanah + kompos/media tanam lain yang subur dimasukkan dalam kantong plastik dengan dipadatkan lebih dahulu.
  6. Selanjutnya, bungkuslah tanah dengan plastik dengan rapat, lalu ikat kedua ujungnya agar tanah tidak jatuh. 

Setelah pekerjaanmu selesai, paling sedikit seminggu sekali kamu lihat dan teliti cangkokanmu. Apabila kering, segera disiram dengan membuka tali pengikat bagian atas cangkokan.  Setelah dua atau tiga minggu, akan tumbuh pada bagian yang dibungkus tanah. Jika akarnya sudah cukup, umur 1-3 bulan segera potong cangkokanmu dan tanam di tanah yang subur. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Laman